Hari demi hari Tuhan sedang membawa kita ke dalam suatu hidup yang berkelimpahan di dalam segala hal (Yoh 10: 10b). Beberapa bulan terakhir ini Tuhan membukakan kepada kita apa yang harus kita lakukan agar kita mengalami hidup yang berkelimpahan. Salah satu caranya adalah dengan “Memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan”.
Pada waktu Ahab menjadi raja Israel, disebutkan bahwa dia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, lebih daripada semua orang (raja-raja) yang mendahuluinya.
Apa yang dilakukan oleh Raja Ahab?
- Dia mengawini Izebel yang percaya kepada Baal sehingga orang-orang Israel pun menyembah Baal (I Raj 16: 31).
- Dia membuat mezbah Baal di Samaria (I Raj 16: 32).
- Dia membuat patung Asyera (I Raj 16: 33)
Semuanya ini sangat menyakitkan hati Tuhan. Kemudian Tuhan mengirimkan Elia untuk datang kepada mereka, Elia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan, sampai kerajaa Israel disembuhkan dan hujan pun turun setelah 3,5 tahun orang-orang Israel mengalami kekeringan.
Apa yang dilakukan oleh Elia untuk memperbaiki mezbah Tuhan?
Elia melakukan 4 hal:
- Elia berdoa untuk pertobatan Israel
- Elia bertanya kepada Tuhan, apa yang akan Tuhan lakukan supaya mereka bertobat? Tuhan menjawabnya melalui kekeringan.
- Elia berdoa sungguh-sungguh supaya hujan tidak turun (Yak 5:17)
- Elia bernubuat supaya hujan tidak turun (1 Raj 17:1)
Kalau kita melakukan keempat hal ini maka kita akan melihat kesembuhan atas bangsa Indonesia terjadi.
MEZBAH
Ada beberapa pengertian tentang mezbah, yaitu:
- Mezbah adalah tempat pertemuan antara manusia dengan Tuhan.
- Tempat melakukan peperangan secara rohani melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu di dunia yang gelap ini dan roh-roh jahat di udara.
- Mezbah adalah fondasi di mana korban diletakkan.
- Mezbah berbicara tentang unity.
Di masa kekeringan, Tuhan menyuruh Elia untuk mempersembahkan korban, di situlah api Tuhan turun. Pada waktu itu air merupakan barang yang langka dan sangat mahal harganya. Jadi kalau Tuhan meminta sesuatu kepada kita walaupun itu sangat mahal harganya, maka kita harus memberikannya sebagai korban.
[BD edisi 111/th ke-10/des-07]