In Christ Alone

25 06 2009

This is one of my favorite song because every time I hear that, it raise my courages and my strength. It reminds me to The Lord Jesus Christ that always protect me and He never leave me alone. He always be there, Immanuel.

 

IN CHRIST ALONE LYRICS by NEWSBOYS:


In Christ alone my hope is found
He is my light, my strength, my song
This Cornerstone, this solid ground
Firm through the fiercest drought and storm
What heights of love, what depths of peace
When fears are stilled, when strivings cease
My Comforter, my All in All
Here in the love of Christ I stand

In Christ alone, who took on flesh
Fullness of God in helpless babe
This gift of love and righteousness
Scorned by the ones He came to save
‘Till on that cross as Jesus died
The wrath of God was satisfied
For every sin on Him was laid
Here in the death of Christ I live

There in the ground His body lay
[ In Christ Alone song text brought to you by LyricsYouLove ]
Light of the world by darkness slain
Then bursting forth in glorious Day
Up from the grave He rose again
And as He stands in victory
Sin’s curse has lost it’s grip on me
For I am His and He is mine
Brought with the precious blood of Christ

No guilt in life, no fear in death
This is the power of Christ in me
From life’s first cry to final breath
Jesus commands my destiny
No power of hell, no scheme of man
Can ever pluck me from His hand
‘Till He returns or calls me home
Here in the power of Christ I’ll stand


The words and lyrics to this song are the intellectual property of NEWSBOYS and his / their respective music label. Download NEWSBOYS music online or buy an album if you wish to support him / her. Also visit our sponsors to download IN CHRIST ALONE ringtones or mp3s for your cell phone. If you want to help make this song by Newsboys popular, please share it below or blog about it.





Memperbaiki Mezbah Tuhan

28 05 2009

Hari demi hari Tuhan sedang membawa kita ke dalam suatu hidup yang berkelimpahan di dalam segala hal (Yoh 10: 10b). Beberapa bulan terakhir ini Tuhan membukakan kepada kita apa yang harus kita lakukan agar kita mengalami hidup yang berkelimpahan. Salah satu caranya adalah dengan “Memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan”.

Pada waktu Ahab menjadi raja Israel, disebutkan bahwa dia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, lebih daripada semua orang (raja-raja) yang mendahuluinya.

Apa yang dilakukan oleh Raja Ahab?

  1. Dia mengawini Izebel yang percaya kepada Baal sehingga orang-orang Israel pun menyembah Baal (I Raj 16: 31).
  2. Dia membuat mezbah Baal di Samaria (I Raj 16: 32).
  3. Dia membuat patung Asyera (I Raj 16: 33)

Semuanya ini sangat menyakitkan hati Tuhan. Kemudian Tuhan mengirimkan Elia untuk datang kepada mereka, Elia memperbaiki mezbah Tuhan yang telah diruntuhkan, sampai kerajaa Israel disembuhkan dan hujan pun turun setelah 3,5 tahun orang-orang Israel mengalami kekeringan.

Apa yang dilakukan oleh Elia untuk memperbaiki mezbah Tuhan?

Elia melakukan 4 hal:

  1. Elia berdoa untuk pertobatan Israel
  2. Elia bertanya kepada Tuhan, apa yang akan Tuhan lakukan supaya mereka bertobat? Tuhan menjawabnya melalui kekeringan.
  3. Elia berdoa sungguh-sungguh supaya hujan tidak turun (Yak 5:17)
  4. Elia bernubuat supaya hujan tidak turun (1 Raj 17:1)

Kalau kita melakukan keempat hal ini maka kita akan melihat kesembuhan atas bangsa Indonesia terjadi.

MEZBAH

Ada beberapa pengertian tentang mezbah, yaitu:

  1. Mezbah adalah tempat pertemuan antara manusia dengan Tuhan.
  2. Tempat melakukan peperangan secara rohani melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu di dunia yang gelap ini dan roh-roh jahat di udara.
  3. Mezbah adalah fondasi di mana korban diletakkan.
  4. Mezbah berbicara tentang unity.

Di masa kekeringan, Tuhan menyuruh Elia untuk mempersembahkan korban, di situlah api Tuhan turun. Pada waktu itu air merupakan barang yang langka dan sangat mahal harganya. Jadi kalau Tuhan meminta sesuatu kepada kita walaupun itu sangat mahal harganya, maka kita harus memberikannya sebagai korban.

[BD edisi 111/th ke-10/des-07]





Menangkis Stress…

15 05 2009

Kehidupan di dunia semakin hari semakin kompetitif. Segala sesuatu tidak lebih mudah. Pekerjaan membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi, keterampilan yang lebih, menuntut kita untuk berpikir lebih strategis dan bekerja lebih keras untuk dapat naik lebih tinggi.

Pengalaman saya bekerja di dunia perbankan tak jauh berbeda. Anggaran penerimaan tidak pernah turun, walaupun kita sudah jauh melampaui target dari periode sebelumnya. Belum ditambah dengan kesibukan lainnya. Bila tidak berhati-hati, saya akan jatuh dalam stress, dimana saya cenderung melakukan segala sesuatu dengan kekuatan sendiri.

Di kitab Perjanjian Lama, bangsa Israel mudah sekali bersungut-sungut kepada TUHAN. Stress dengan bersungut-sungut bisa dikatakan sebagai saudara kembar. Kita bisa melihat bangsa Israel di kitab Keluaran 16:1-12, mereka mudah sekali bersungut-sungut saat berhadapan dengan keadaan yang tidak mereka hadapkan, misalnya dalam keadaan bahaya, mengalami kekurangan (sandang, pangan, papan) atau ketidaknyamanan. Padahal setiap kali mereka bersungut-sungut, TUHAN selalu menjawab tantangan mereka dengan berkelimpahan. TUHAN memberikan manna, memberikan mata air untuk minum, pakaian dan alas kaki yang bertahan 40 tahun. Itulah kesetiaan Tuhan.

Mazmur 62:2-3 mengatakan: “Hanya dekat ALLAH saja aku tenang, dari padaNYA lah keselamatanku. Hanya DIAlah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.”

Seandainya saja kita bisa memercayai TUHAN untuk pemenuhan dari kebutuhan-kebutuhan kita seperti yang dilakukan raja Daud, stress akan mudah untuk kita tangkis.

TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya. Yesaya 25:6

It is good that we believe in Jesus, but more importantly, we trust Him for everything.

[MpD Apr08]





Kualitas Kerja

4 05 2009

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia…

Apakah rekan-rekan sekantor kita tahu jika kita adalah orang Kristen? Bagaimana mereka tahu? Apakah karena kita suka menyanyikan lagu-lagu rohani di kantor? Atau karena ada banyak atribut rohani yang tertempel di badan atau di ruang kerja kita? Apakah karena kita selalu berdoa sewaktu kita mau makan? Apakah karena kita sering menceritakan tentang Yesus kepada rekan kerja kita?

Semua hal di atas baik. Kita memang harus menunjukkan melalui berbagai hal bahwa kita adalah para pengikut Kristus. Namun ada satu hal yang dapat ‘berbicara’ dengan sangat keras kepada orang-orang di sekitar bahwa kita adalah pengikut Kristus yang sejati. Apakah itu? TINDAKAN! Tindakan lebih berdampak dari apapun.

Lebih lanjut di tempat kerja misalnya, tindakan-tindakan kita akan dinilai melalui kualitas kerja sehari-hari. Artinya, kualitas kerja kita dapat dengan jelas menunjukkan bahwa kita adalah pengikut Kristus atau bukan. Martin Luther pernah berkata, “Pembuat sepatu Kristen tidak akan membuat salib kecil di setiap sepatu buatannya. Ia akan membuat sepatu yang terbaik karena ia tahu Allah mencintai kualitas yang terbaik.”

Dengan berpikir demikian, kita akan belajar untuk selalu menunjukkan kualitas kerja yang terbaik. Ora et Labora. Do your Best!

Tips sederhana: jika saya bingung dalam mengambil keputusan di kantor, saya akan berdoa singkat, “Tuhan, tunjukkan kepadaku apa yang harus saya lakukan.”

[MpD 02/GL 27]





Kebebasan Finansial

25 04 2009

Petunjuk menuju pengelolaan keuangan yang berasaskan Firman Tuhan menurut John Wesley.

John Wesley mengatakan bahwa ada 3 prinsip mengelola kekayaan/ uang:

1. Dapatkan sebanyak yang bisa anda dapatkan tetapi tanpa melukai sesama manusia. Kita tidak boleh merusak bisnis sesama.

2. Simpanlah sebanyak yang anda bisa simpan.

3. Berilah sebanyak yang anda bisa berikan.

Jika pendapatan seseorang meningkat, yang meningkat bukanlah standar kehidupannya melainkan standar untuk memberikan persembahan.

Semua tindakan dalam hal keuangan tergantung cara kita menempatkan posisi. Dengan mengubah posisi yang kita tempati, semua tindakan yang kita lakukan pasti juga akan berubah.

Kita harus segera beralih dari posisi pemilik menjadi posisi pengelola kekayaan Tuhan.

Jika saya mempunyai uang, saya akan memberikannya secepat mungkin sehingga uang tersebut tidak berada dalam hati saya.

Menjadi independen berarti bisa melakukan apapun yang ingin dilakukan seseorang. Ini adalah tujuan utama yang ingin diperoleh kebanyakan orang dengan mendapatkan kebebasan finansial. Berhati-hatilah terhadap definisi versi dunia ini.

Kebebasan finansial menurut pandangan Kristen harus meliputi tiga hal:

  • Kelegaan karena terlepas dari kekurangan uang.

    Kelegaan karena terlepas dari kekurangan uang berarti ungkapan syukur pada Tuhan yang selalu mencukupkan semua yang kita butuhkan sesuai rencanaNya, bukan sesuai keinginan kita.

  • Memiliki hati nurani yang murni.

    Memiliki hati nurani yang murni artunya kita hidup dengan selalu menjaga hati dan pikiran yang terus menerus diisi Firman Tuhan yang selalu meluruskan jalan kita.

  • Mengetahui serta melakukan rencana Tuhan dalam hal keuangan.

    Mengetahui dan melakukan rencana Tuhan dalam hal keuangan berarti kekayaan yang dipercayakan kepada kita itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan agar rencana Tuhan di dunia dapat direalisasikan melalui perbuatan nyata kita.

Kekayaan yang besar ternyata tidak secara langsung membawa seseorang mengalami kebebasan finansial. Ingin cepat kaya senantiasa akan membawa seseorang kedalam depresi dan keputusasaan akibat ketidaksabaran dan kesalahan yang dilakukan.

Uang yang didapat dengan menggunakan prinsip-prinsip yang berbeda dengan prinsip Tuhan akhirnya pasti akan membawa penderitaan.

Kelebihan uang seringkali membawa perbudakan yang jauh lebih parah daripada yang diakibatkan oleh kekurangan uang.

Aspek mengetahui rencana Tuhan dalam hal keuangan dapat membuat kita hidup sesuai dengan rencanaNya karena kehidupan paling baik yang bisa didapatkan oleh seseorang adalah jika dia dapat hidup sesuai dengan rencana Tuhan.

Tujuan utama umat Tuhan dalam hal keuangan adalah terlepas dari perbudakan Mamon.

Jika seseorang lebih memilih untuk melayani Tuhan daripada melayani uang, orang ini sudah terbebas dari perbudakan dalam hal keuangan.

Kemurahan hati kita akan menentukan berapa banyak kehidupan rohani yang ada dalam kehidupan kita.

Memposisikan diri sebagai pengelola adalah bukti kedua seseorang sudah mengalami kebebasan finansial.

Bukti ketiga bahwa seseorang sudah memiliki kebebasan finansial adalah memiliki fokus pada Tuhan dan bukannya pada uang.

Tuhan mengharuskan seseorang memberikan sesuatu terlebih dahulu kepadanya sebelum menerima sesuatu dari Tuhan.

Kehidupan seseorang juga akan dimulai ketika ia mulai memberikan hidupnya kepada Tuhan.

Karena Tuhan tahu bahwa untuk bisa memberi kita memerlukan benih, maka Tuhan menyediakan benih itu bagi kita. (Luar biasa bukan?)

Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu. (2 Korintus 9:10)

[temukan kebenaran Firman Tuhan dalam hal keuangan dalam buku yang sudah saya baca yaitu Money Talk. JBU]





Trust and Obey HIM…

7 04 2009

Love Trust and Obey
Jesus Christ our Lord

The Lord only desires three simple actions from Christians. He wants us to love Him, trust Him, and obey Him. As we try to love, trust, and obey Him, our Father will work out the details in our lives.

Think of a person stranded on a hidden island in the ocean. He has all the necessities such as food, shelter, and clothing, and yet something is missing. No one else lives on the island. After a few years, most people would have an intense craving for a friend. He or she would love to reach out and touch someone.

Our Lord Jesus desires our friendship: He reaches out to each of us. Jesus wants us to crave His intimate love even more than the lonely person on the island. Our Father wants to love us, and just let us love Him in return. Our Prince of Peace wants to take our hand and lead us through the rocky fields and the sandy beaches of life.


Love without Christ seems a lonely place

Our Almighty God seeks our love so he can love us and give us the desires of our hearts. When we put God first, our lives seem to have more meaning and fulfillment. To love, trust, and obey God brings peace, joy, and happiness.

Text of, Love Trust and Obey, from page 47 of “Walking Through Revelation With a Common Man”





Dan Krisis pun Terangkat…

28 03 2009

Menghadapi dampak dari krisis global yang sekarang sudah sampai di Indonesia, sebaiknya kita harus semakin bersandar kepada ALLAH kita.

“Mereka kehabisan anggur”, kata Maria, Ibu Yesus kepada Yesus. Itu saja yang dikatakannya dan itu sudah cukup untuk menggambarkan kebenaran yang sedang terjadi saat itu. Mereka sedang mengalami masalah/ krisis. Maria berbicara mewakili keluarga yang dilanda krisis.

Ia datang kepada Yesus, menyerahkan masalahnya kepada YESUS. Ia tidak panik, ia tidak mencari bantuan kemana-mana, ia tidak berlari-lari atau juga memaksa. Ia hanya jujur dan percaya.

Meskipun jawaban Yesus saat itu adalah “TIDAK” (“Mau apakah engkau, ibu? SaatKu belum tiba – Yohanes 2:4), Maria malah mempersiapkan datangnya pertolongan, karena… ia tahu kepada siapa ia meminta pertolongan, dan Maria PERCAYA. Sekali lagi, karena Maria PERCAYA!

Hasil dari kejujuran yang berdiri di atas iman yang kokoh adalah pertolongan sekaligus jawaban. Bukan hanya cukup saja, bahkan lebih dari cukup. Bukan hanya berkat saja, bahkan mujizat. Jadi percayalah, krisis pun akan terangkat.

[MpD feb-08]





Ketidakadilan di Dunia

27 03 2009

Mengapa ALLAH membiarkan ketidakadilan terjadi…

Dimanapun kita berada rasanya selalu saja ada hal-hal yang bersifat tidak adil, misalnya seseorang yang sudah kaya, eh … dapat hadiah undian jutaan rupiah. Contoh nyata kalau kita nabung di bank, yang punya saldo besar dapat persentase bunga yang lebih besar daripada yang punya saldo lebih kecil, bahkan jika saldonya di bawah batas minimum akan kena biaya administrasi. Yang kaya makin kaya, yang susah makin susah. Mau contoh lagi? Bacalah koran karena di sana banyak berita tentang ketidakadilan.

Ketika ketidakadilan sudah kelewatan, penindasan terhadap kaum lemah dibiarkan dan hukum tidak berfungsi, sering kita bertanya mengapa ALLAH membiarkan itu semua?

Pengkhotbah mengatakan, “ALLAH akan mengadili baik orang yang benar maupun yang tidak adil karena untuk segala hal dan segala pekerjaan ada waktunya.” (Pkh. 3:17)

Lingkari kata “ada waktunya”. Ada waktunya suatu hari dimana ALLAH mengingat semuanya, segala ketidakadilan diselesaikan, dan keadilan akan nyata. Setiap kita akan berdiri di di hadapan tahta penghakiman dan saat ALLAH mengatakan, “Coba AKU periksa kehidupanmu” baru saat itu kita tidak menginginkan keadilan. Karena siapa yang diberi lebih banyak akan dituntut lebih banyak pula. Pada saat penghakiman itu kita hanya menginginkan kemurahan pengampunanNYA.

Syukur kepada ALLAH karena IA telah mengaruniakan JALAN sehingga kita bisa menerima pengampunan yaitu melalui ANAKNYA, YESUS KRISTUS sebagai JURUSELAMAT. IA tidak menghukum sesuai dengan apa yang layak kita terima. ALLAH itu baik.

“Sesungguhnya ALLAH itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.” (Mazmur 73:1)

[MpD Feb-08]





Belajar Mensyukuri

25 03 2009

Terkadang kita lupa bahwa hidup ini begitu indah…

 

Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop.

Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal.

Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama.

Uniknya, di kiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lolipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa.

Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka.

Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bisa diambil.

Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut.

Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya yang terlihat sangat banyak didepannya.

Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya.

Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semuapermen yang dilihatnya.

Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.

Dia melihat gerbang bertuliskan “Selamat Jalan”.

Itulah batas akhir lembah permen lolipop.

Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar.

Lelaki itu bertanya kepada Bob, “Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi.

Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.”

Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga.

Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya.

Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, “Permennya saya lupa makan!”

 

Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop.

“Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.”

“Kenapa kamu memanggil saya?” tanya Bob.

“Saya ingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama.

Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!”

Bib bercerita panjang lebar kepada Bob.

“Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada di tas saya.

Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu.

Kami tertawa bersama.” Bib menambahkan.

Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah.

Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu.

Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya.


Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, “Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan.

Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia.”

Ia pun berkata dalam hati, “Waktu tidak bisa diputar kembali.

” Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya.


Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja.

Kita lupa untuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup.

Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia.

Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanya mereka menjawab, “Saya akan bahagia nanti… nanti pada waktu saya sudah menikah… nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri… nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya… nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya… nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar… “


Pemikiran ¡nanti’ itu membuat kita bekerja sangat keras di saat ¡sekarang’. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa ¡nanti’ bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa ¡nanti’ bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa ¡nanti’ bahagia itu.

Ritme hidup yang sangat cepat… target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu… tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan.


Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah.


Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri.

Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.

 

[dari seorang sahabat]





Share Your Spoon

25 03 2009

A holy man was having a conversation with God, ‘God, I would like to know what Heaven and Hell are like?’
God  led the holy man to two doors.
He opened one of the doors and the holy man looked in.
In the middle of the room was a large round table.  In the middle of the table was a large pot of stew, which smelled delicious and made the holy man’s mouth water.
The people sitting around the table were thin and sickly.  They appeared to be famished.
They were holding spoons with very long handles, that were strapped to their arms and each found it possible to reach into the pot of stew and take a spoonful.
But because the handle was longer than their arms, they could not get the spoons back into their mouths.
The holy man shuddered at the sight of their misery and suffering.
God  said, ‘You have seen Hell.’
They went to the next room and opened the door.  It was exactly the same as the first one.
There was the large round table with the large pot of stew which made the holy man’s mouth water.
The people were equipped with the same long-handled spoons, but here the people were well nourished and plump, laughing and talking.  The holy man said, ‘I don’t understand.’
It is simple,’ said  God .  ’It requires but one skill.
You see they have learned to feed each other, while the greedy think only of themselves.’


[received from my best friend]








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.